LAPORAN PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER
JARINGAN VLAN
Disusun Oleh Kelompok I :
Adhi Wahyudi
|
NIM: 064001800032
| |
Alberties Paul Y
|
NIM: 064001800019
| |
Arviandri N
|
NIM: 064001800035
| |
Rheika Kharismana
|
NIM: 064001600006
|
Teknik Informatika
Fakultas Teknologi Industri
Universitas Trisakti
Jakarta
2019
I. Tujuan
Mampu memahami tentang VLAN dan mensetting VLAN.
Pertanyaan
1. Apakah yang dimaksud dengan VLAN?
VLAN (Virtual LAN) merupakan sekelompok perangkat pada satu LAN atau lebih yang dikonfigurasikan (menggunakan perangkat lunak pengelolaan) sehingga dapat berkomunikasi seperti halnya bila perangkat tersebut terhubung ke jalur yang sama, padahal sebenarnya perangkat tersebut berada pada sejumlah segmen LAN yang berbeda. Vlan dibuat dengan menggunakan jaringan pihak ke tiga. VLAN merupakan sebuah bagian kecil jaringan IP yang terpisah secara logik. VLAN memungkinkan beberapa jaringan IP dan jaringan-jaringan kecil (subnet) berada dalam jaringan switched switched yang sama. Agar computer bisa berkomunikasi pada VLAN yang sama, setiap computer harus memiliki sebuah alamat IP dan Subnet Mask yang sesuai dengan VLAN tersebut. Switch harus dikonfigurasi dengan VLAN dan setiap port dalam VLAN harus didaftarkan ke VLAN. Sebuah port switch yang telah dikonfigurasi dengan sebuah VLAN tunggal disebut sebagai access port.
2. Bagaimanakah VLAN diimplementasikan?
Ø Implementasi VLAN sebagai alternatif untuk mengurangi broadcast pada jaringan. VLAN diklasifikasikan berdasarkan metode(tipe) yang digunakan untuk mengklasifikasikannya, baik menggunakan port, MAC address dan sebagainya. Semua informasi yang mengandung penandaan atau pengalamatan suatu VLAN disimpan dalam suatu database(tabel), jika pendaannya berdasarkan port yang digunakan maka database harus mengindikasikan port-port yang digunakan VLAN. Untuk mengaturnya maka biasanya digunakan switch/brigde yang manageable atau yang bisa di atur. Switch/brigde inilah yang bertanggung jawab menyimpan semua informasi dan konfigurasi suatu VLAN dan dipastikan semua switch/bridge memiliki informasi yang sama. Switch /bridge memiliki informasi yang sama. Switch akan menentukan kemana data-data akan diteruskan dan sebagainya., atau dapat pula digunakan suatu software pengalamatan (bridging software) yang berfungsi mencatat atau menandai suatu VLAN berdasarkan workstation yang didalamnya untuk menghubungkan antar VLAN dibutuhkan router.
II .Terori Singkat
Virtual LAN atau disingkat VLAN merupakan sekelompok perangkat pada satu LAN atau lebih yang dikonfigurasikan (menggunakan perangkat lunak pengelolaan) sehingga dapat berkomunikasi seperti halnya bila perangkat tersebut terhubung ke jalur yang sama, padahal sebenarnya perangkat tersebut berada pada sejumlah segmen LAN yang berbeda. Vlan dibuat dengan menggunakan jaringan pihak ke tiga. VLAN merupakan sebuah bagian kecil jaringan IP yang terpisah secara logik. VLAN memungkinkan beberapa jaringan IP dan jaringan-jaringan kecil (subnet) berada dalam jaringan switched switched yang sama. Agar computer bisa berkomunikasi pada VLAN yang sama, setiap computer harus memiliki sebuah alamat IP dan Subnet Mask yang sesuai dengan VLAN tersebut. Switch harus dikonfigurasi dengan VLAN dan setiap port dalam VLAN harus didaftarkan ke VLAN. Sebuah port switch yang telah dikonfigurasi dengan sebuah VLAN tunggal disebut sebagai access port.
Kegunaan VLAN
· Menimalisir kemungkinan terjadinya konflik IP yang terlalu banyak.
· Mencegah terjadinya collision domain (tabrakan domain).
· Mengurangi tingkat vulnerabilities.
Cara Kerja VLAN
VLAN diklasifikasikan berdasarkan metode (tipe) yang digunakan untuk mengklasifikasikannya, baik itu menggunakan port, MAC address, dsb. Semua informasi yang mengandung penandaan/pengalamatan suatu VLAN (tagging) disimpan pada suatu database, jika penandaannya berdasarkan port yang digunakan maka database harus mengindikasi port-port yang digunakan VLAN.
Untuk mengaturnya maka biasanya digunakan switch yang bisa diatur. Switch/bridge inilah yang bertanggung jawab menyimpan semua informasi dan konfigurasi suatu VLAN dan dipastikan semua switch memiliki informasi yang sama.
VLAN Cross Connect (CC) adalah mekanisme yang digunakan untuk membuat VLAN Switched, VLAN CC menggunakan frame IEEE 802.1ad mana Tag S digunakan sebagai Label seperti dalam MPLS. IEEE menyetujui penggunaan seperti mekanisme dalam nominal 6,11 dari IEEE 802.1ad-2005.
Kesimpulannya, VLAN membuat kita dapat mengontrol pola lalu lintas dan bereaksi cepat untuk relokasi. VLAN memberikan fleksibilitas untuk beradaptasi dengan perubahan dalam persyaratan jaringan dan memungkinkan untuk administrasi disederhanakan.
Kelemahan VLAN
· Secara logika berbeda network tetapi secara fisik satu network
· Ketika ada broadcast jadi semua dikirim ke semua
· ketika jumlah banyak host-nya maka kerja DHCP akan berantakan dan tidak bisa
diduga.
Keuntungan VLAN
1. Security
Keamanan data dari setiap divisi dapat dibuat tersendiri, karena segmennya bisa dipisah
secara logika lalu lintas data dibatasi segmennya
2. Cost reduction
Penghematan dari penggunaan bandwidth yang ada dan dari upgrade perluasan network
yang bisa jadi mahal
3. Higher performance
Pembagian jaringan layer 2 ke dalam beberapa kelompok broadcast domain yang lebih
kecil, yang tentunya akan mengurangi lalu lintas packet yang tidak dibutuhkan dalam
jaringan
4. Broadcast storm mitigation
Pembagian jaringan ke dalam VLAN-VLAN akan mengurangi banyaknya device yang
berpartisipasi dalam pembuatan broadcast storm. Hal ini terjadi karena adanya pembatasan broadcast domain
5 .Improved IT staff efficiency
VLAN memudahkan manajemen jaringan karena pengguna yang membutuhkan sumber
daya yang dibutuhkan berbagi dalam segmen yang sama
6. Simpler project or application management
VLAN menggabungkan para pengguna jaringan dan peralatan jaringan untuk mendukung
perusahaan dan menangani permasalahn kondisi geografis.
III. Langkah - Langkah Percobaan
1. Hubungkan 6 pc dengan 3 switch. Switch ke PC hubungkan dengan Cooper straight through,
Switch ke Switch hubungkan dengan Cooper Cross-Over.
2. Setting IP address pada masing-masing PC.
Pc 0 : 192.168.10.20 Pc 3 : 192.168.10.23
Pc 1 : 192.168.20.21 Pc 4 : 192.168.20.24
Pc 2 : 192.168.30.22 Pc 5 : 192.168.30.25
|
3. Lalu klik Switch0- config - Vlan Database lalu isi Vlan Number dan Vlan Name setelah itu klik Add.
a. VLAN number : 10
VLAN name : mahasiswa1
b. VLAN number : 20
VLAN name : dosen1
c. VLAN number : 30
VLAN name : trisaktiA
4. Lalu klik Switch1 - config - Vlan Database lalu isi Vlan Number dan Vlan Name setelah itu
klik Add.
a. VLAN number : 10
VLAN name : mahasiswa2
b. VLAN number : 20
VLAN name : dosen2
c. VLAN number : 30
VLAN name : trisaktiB
|
5. Lalu klik Switch2 - config - Vlan Database lalu isi Vlan Number dan Vlan Name setelah itu
klik Add.
a. a.VLAN number : 10
VLAN name : mahasiswa3
b.VLAN number : 20
VLAN name : dosen3
c.VLAN number : 30
VLAN name : trisaktiC
|
6. Atur switch0 Pilih confic – FastEthernet 0/1 dan FastEthernet 0/4 pada kolom access di
ubah menjadi “Trunk” .
7. Atur switch1 Pilih confic – FastEthernet 0/1 , FastEthetnet 0/2 dan FastEthernet 0/4 pada
kolom access di ubah menjadi Trunk.. FastEthernet 0/3 tidak perlu diubah .
|
8. atur switch2 Pilih confic – FastEthernet 0/1 pada kolom access di ubah menjadi Trunk
dan lainnya tidak perlu diubah.
9. Klik switch0 – pilih CLI. Lalu ketikkan exit (lalu enter) lakukan hal ini 2 kali. Setelah itu
ketikkan show vlan brief.
10.Setelah mengatur semuanya, Maka dapat dilakukan pengecekkan paket data yang dikirim
berhasil atau tidak. Dengan cara mengirimkan paket data dari satu pc ke pc lainnya.
|
K IV. KESIMPULAN
Pada praktikum kali ini dapat disimpulkan bahwa Untuk menghubungkan semua PC harus dikonfigurasi di switch satu per satu. Agar vlan dapat terkoneksi kita harus mengaktifkan mode trunk.


























Tidak ada komentar:
Posting Komentar